PREVALENSI DAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA STUNTING PADA BALITA USIA 24–60 BULAN DI PUSKESMAS KARANGSEMBUNG
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Ramadina Suci Wulandari |
| Pengarang 1 | : |
| Pengarang 2 | : |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2022 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Skripsi |
| Klasifikasi | : 618.89 Ram p |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 50 hlm. |
| Lokasi | : Rak Skripsi |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting secara garis besar dikelompokkan menjadi 3 yaitu, individu, tingkat masyarakat, rumah tangga (keluarga). Penelitian ini meneliti fakor stunting berdasarkan, tinggi badan ibu, tinggi badan ayah, BBLR, riwayat penyakit ISPA, Diare, status ekonomi, riwayat pengecekan KIA.
Tujuan: untuk mengetahui prevalensi dan faktor resiko terjadinya kejadian
stunting pada balita usia 24-60 bulan di Puskesmas Karangsembung.
Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang melibatkan 162 responden berada pada wilayah kerja Puskesmas Karangsembung. Data penelitian diperoleh dari kuesioner. Analisis data menggunakan uji Statistik Deskriptif.
Hasil: Prevalensi kejadian Stunting pada Wilayah kerja Puskesmas Karangsembung ialah 71,6%. Seluruh faktor resiko stunting memiliki hubungan signifikan dengan nilai p value <0,001 dengan nilai korelasi yang kuat dengan arah positif
Kesimpulan: Terdapat nilai prevalensi 71,6% dan memiliki hubungan seluruh faktor resiko dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan pada wilayah kerja Puskesmas Karangsembung.
Kata Kunci: stunting, balita, statistik deskriptif
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 5786 | Tidak |