HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN ASUPAN NUTRISI REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 KOTA CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Azwa Dzulafiatul Azizah Djamhur |
| Pengarang 1 | : M. Duddy Satrianugraha W |
| Pengarang 2 | : Shofa Nur Fauzah |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2024 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Skripsi |
| Klasifikasi | : 613.2 Azw h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 56 hlm. |
| Status referensi | : Buku Referensi |
| Lokasi | : Rak Skripsi |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan media sosial dapat mempengaruhi asupan gizi remaja. Mengingat 87,5% remaja Indonesia menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana paparan konten media sosial tentang makanan dan minuman mempengaruhi asupan gizi mereka. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 114 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang paparan media sosial terkait makanan dan minuman, pengukuran antropometri, dan wawancara langsung dengan format food recall 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara paparan media sosial terkait makanan dan minuman dengan asupan gizi remaja. Artinya, semakin tinggi paparan konten media sosial tentang makanan dan minuman, maka remaja cenderung memiliki asupan gizi yang lebih rendah. Koefisien korelasi Spearman sebesar -0,23 mendukung temuan ini, yang menunjukkan hubungan negatif yang lemah tetapi signifikan secara statistik. Kesimpulan: Hubungan negatif ini menunjukkan bahwa media sosial dapat mempengaruhi remaja dengan cara yang dapat mengurangi kesehatan gizi mereka secara keseluruhan. Misalnya, platform media sosial sering mempromosikan makanan dan minuman yang tinggi gula, lemak, dan kalori, yang dapat menyebabkan remaja membuat pilihan makanan yang kurang sehat. Selain itu, paparan konten terkait makanan yang terus-menerus dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis tentang pola makan dan citra tubuh, yang berpotensi mempengaruhi kebiasaan makan mereka.
Kata kunci: paparan media sosial, asupan gizi, remaja.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6537 | Tidak |