FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA DI RSUD GUNUNG JATI
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Dwi Afifatur Rohmah |
| Pengarang 1 | : Moch. Yusuf Handoyo |
| Pengarang 2 | : Lestari Putri |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2024 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Skripsi |
| Klasifikasi | : 616.99 Dwi f |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 69 hlm. |
| Lokasi | : Rak Skripsi |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Kanker payudara adalah terjadinya pertumbuhan sel yang berlangsung terus-menerus, tidak terkendali, dan menginvasi jaringan di dekatnya. Keterlambatan diagnosis digunakan sebagai acuan antara timbulnya gejala payudara dengan pertama kali pasien datang ke pelayanan kesehatan (dokter, perawat, atau bidan), dengan waktu untuk menentukan keterlambatan yaitu lebih dari 1 bulan. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan diagnosis antara lain; tingkat pendidikan, rasa takut, status ekonomi, keterjangkauan fasilitas kesehatan, pengobatan alternatif, dukungan dan pemeriksaan payudara sendiri.
Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi keterlambatan diagnosis kanker payudara di RSUD Gunung Jati
Metode: Penelitian ini didapatkan jumlah sampel 98 responden yang dilakukan di RSUD Gunung Jati, pada bulan Juni sampai Juli 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode cross sectional, data primer dari wawancara kuesioner dan data sekunder dari rekam medis dianalisis uji korelasi Chi Square, Fisher’s Exact Test dan multivariat dengan uji regresi logistik biner.
Hasil: Peneliti mendapatkan hasil persentase sebesar 63.3% mengalami keterlambatan diagnosis. Variabel yang signifikan (P<0.05) mempengaruhi keterlambatan diagnosis kanker payudara terdapat pada variabel rasa takut (p=0,000, pr=6.932), sosial ekonomi (p=0,000, pr=2.837), dan pengobatan alternatif (p=0,000, pr=2.492). Variabel yang tidak signifikan (P>0.05) pendidikan (P=0.570, pr=1,278), keterjangkauan fasilitas kesehatan (p=0.316, pr=0.643), dukungan (p=0.649, pr=1.743), dan pemeriksaan payudara sendiri (p=0.570, pr=1.278). Hasil multivariat rasa takut didapatkan nilai Exp(B) paling tinggi sebesar 23.617.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6539 | Tidak |