UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP Staphylococcus aureus

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Mutiara Fadilah
Pengarang 1 : Mustika Weni
Pengarang 2 : Sri Marfuati
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2024
ISBN : -
Subyek : Skripsi
Klasifikasi : 616.5 Mut u
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 57 hlm.
Status referensi : Buku Referensi
Lokasi : Rak Skripsi
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang sering menyebabkan infeksi kulit dan jaringan lunak (pioderma). Staphylococcus aureus resisten terhadap beberapa jenis antibiotik. Salah satu alternatif yang bisa digunakan yaitu daun kersen yang mengandung senyawa flavonoid, triterpenoid, steroid, tanin, saponin sebagai antibakteri.

Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini terdiri dari 1 kelompok kontrol, (kontrol negatif yaitu DMSO 10%) dan 5 kelompok perlakuan fraksi daun kersen (konsentrasi 100%, 60%, 20%, 10%, dan 1%) menggunakan metode difusi sumuran dengan media MHA. Data diuji menggunakan uji One-way Anova.

Hasil: Rata-rata diameter zona hambat fraksi etil asetat daun kersen terbesar pada konsentrasi 100%, 60%, 20%, 10%, dan 1% yaitu 17,20 mm, 12,93, 7,98, 7,33, dan 6,71 mm. Rata-rata diameter zona hambat kontrol positif yaitu 33,82 mm. Sedangkan kontrol negatif tidak didapatkan adanya zona hambat.

Kesimpulan: Daun kersen memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu tanin, saponin, triterpenoid, steroid, dan fenolik. Konsentrasi fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L.) yang paling efektif sebagai antibakteri Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 100%.

Kata Kunci: Fraksi etil asetat, daun kersen,  Staphylococcus aureus

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 6493 Tidak