PERBEDAAN NILAI KELENGKUNGAN KORNEA PRA DAN PASCA OPERASI FAKOEMULSIFIKASI PADA PASIEN KATARAK SENILIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALED CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Naufarah Nuruzzahrah |
| Pengarang 1 | : Viora Rianda P |
| Pengarang 2 | : Boyke Sisprihattono |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2024 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Skripsi |
| Klasifikasi | : 617.74 Nau p |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 33 hlm |
| Status referensi | : Buku Referensi |
| Lokasi | : Rak Skripsi |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Katarak adalah penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan reversibel di seluruh dunia, terutama pada usia 50 tahun ke atas. Katarak bisa ditangani dengan dilakukan operasi katarak, salah satunya dengan teknik Fakoemulsifikasi. Fakoemulsifikasi memiliki keuntungan dalam mengurangi risiko astigmatisma pasca operasi karena insisi yang lebih kecil dibandingkan teknik lain. Astigmatisma dinilai berdasarkan kelengkungan kornea yang diukur dengan menggunakan keratometri. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai kelengkungan kornea pra dan pasca operasi fakoemulsifikasi pada pasien katarak senilis di RSUD Waled. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional-deskriptif. Data yang diambil adalah data rekam medis pasien yang menjalani operasi fakoemulsifikasi di RSUD Waled. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Subjek dengan selisih nilai keratometri K1 dan K2 praoperasi < 1 dioptri (D) sebanyak 39 subjek (73,6%) dan > 1 dioptri (D) sebanyak 14 subjek (26,4%). Subjek dengan selisih nilai keratometri K1 dan K2 pascaoperasi < 1 dioptri (D) sebanyak 38 subjek (71,7%) dan > 1 dioptri (D) sebanyak 15 subjek (28,3%). Subjek dengan penurunan astigmatisma sebanyak 21 subjek (39,6%), subjek yang tidak mengalami perubahan astigmatisma sebanyak 14 subjek (26,5%) dan subjek dengan peningkatan astigmatisma sebanyak 18 subjek (34%). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 sampel, sebagian besar subjek memiliki nilai astigmatisma praoperasi dan pascaoperasi dengan selisih nilai keratometri K1 dan K2 < 1 dioptri (D). Satu bulan setelah operasi fakoemulsifikasi didapatkan sebagian besar sampel mengalami penurunan nilai astigmatisma dibandingkan dengan subjek yang mengalami peningkatan nilai astigmatisma.
Kata Kunci: Kelengkungan kornea, Keratometri, Astigmatisma
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6648 | Tidak |