HUBUNGAN INFEKSI Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus DENGAN LAMA PERAWATAN DAN MORTALITAS DI RSD GUNUNG JATI CIREBON

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Ranidaa’ Diyaa Azmi
Pengarang 1 : Mohamad Erwin Indrakusuma
Pengarang 2 : Taufan Herwindo Dewangga
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2024
ISBN : -
Subyek : Skripsi
Klasifikasi : 616.9 Ran h
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 66 hlm.
Status referensi : Buku Referensi
Lokasi : Rak Skripsi
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar belakang: Pada tahun 2017, WHO menetapkan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) sebagai high priority pathogen yang resisten antimikroba. Prevalensi MRSA terus meningkat sejak tahun 1960 dan dilaporkan mencapai 20% di seluruh negara dan lebih dari 80% di beberapa negara. Prevalensi MRSA yang meningkat tiap tahunnya diikuti dengan peningkatan morbiditas, penatalaksanaan yang lebih sulit, dan perawatan yang lebih lama sehingga risiko mortalitas juga meningkat.

Tujuan: Mengetahui hubungan infeksi MRSA dengan lama perawatan dan mortalitas di RSD Gunung Jati Cirebon.

Metode: Penelitian Case Control dengan 46 sampel kasus dan 92 sampel kontrol yang diambil dari pasien yang dilakukan skrining MRSA pada periode 2021-2023 di RSD Gunung Jati Cirebon. Data didapatkan dari rekam medis dan data WHONET.

Hasil: Hasil dari uji Mann Whitney pada penelitian ini dalam meneliti hubungan antara infeksi MRSA dengan lama perawatan dibandingkan dengan infeksi MSSA didapatkan hasil (p=0.003). Selanjutnya, dilakukan uji Chi-square untuk meneliti hubungan infeksi MRSA dengan mortalitas dan didapatkan hasil (p=0.019, OR, 2.448; 95% CI, 1.151 – 5.205).

Simpulan: Infeksi MRSA berhubungan dengan lama perawatan yang lebih panjang dan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi MSSA

Kata Kunci: Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA), Methicillin-Sensitive Staphylococcus Aureus (MSSA), Lama Perawatan, Mortalitas

 

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 6622 Tidak