HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERILAKU MAKAN BALITA STUNTING DI UPT PUSKESMAS KALIJAGA PERMAI KOTA CIREBON

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Hervinda Rahma Setia
Pengarang 1 : Shofa Nur Fauzah
Pengarang 2 : Eni Suhaeni3, Siti Maria Ulfah
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2025
ISBN : -
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 616.39 Her h
Bahasa : Indeonesia
Edisi :
Halaman : 44 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat berdampak jangka panjang. Di Indonesia, menurut SSGBI 2022, prevalensi stunting mencapai 21,6%; di Jawa Barat 20,2%, dan Kota Cirebon 17,0%. Di UPT Puskesmas Kalijaga Permai, tercatat 263 kasus balita stunting pada tahun 2023. Pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku makan dan status gizi anak. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh dengan perilaku makan balita stunting di UPT Puskesmas Kalijaga Permai, Kota Cirebon. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada Februari–Mei 2025 terhadap 132 ibu balita stunting melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PS-FFQ dan kuesioner perilaku makan, dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Pola asuh demokratis berhubungan positif signifikan dengan perilaku makan tidak bermasalah (p<0,001; r=0,681). Pola otoriter (p<0,001; r=-0,428) dan permisif (p=0,013; r=-0,215) berhubungan negatif. Pola tidak terlibat tidak signifikan (p=0,885; r=-0,013). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif dengan perilaku makan balita stunting. Intervensi pengasuhan responsif penting sebagai strategi pencegahan stunting.

Kata kunci: Pola asuh, perilaku makan, stunting, balita.

 

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 6982 Tidak