HUBUNGAN KADAR LAKTAT DAN JUMLAH EOSINOFIL DENGAN MORTALITAS PASIEN SEPSIS DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALED KABUPATEN CIREBON TAHUN 2020-2024

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Viana Huliana Anisa
Pengarang 1 : Donny Prasetyo Priyatmoko
Pengarang 2 : Mohamad Erwin Indrakusumah
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2025
ISBN :
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 618.89 Via h
Bahasa : Indeonesia
Edisi :
Halaman : 40 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang : Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat respons tubuh yang tidak teratur terhadap infeksi dan merupakan penyebab utama mortalitas di ruang perawatan intensif (ICU). Kadar laktat dan jumlah eosinofil merupakan biomarker potensial untuk prognosis pasien sepsis. Peningkatan kadar laktat mencerminkan hipoksia jaringan, sedangkan eosinopenia berhubungan dengan respons inflamasi sistemik. Tujuan : Mengetahui hubungan kadar laktat dan jumlah eosinofil dengan mortalitas pasien sepsis di ICU RSUD Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2020-2024. Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diambil dari rekam medis 38 pasien sepsis yang dirawat di ICU dan memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hasil: sebagian besar pasien mengalami hiperlaktatemia (71,1%) dan eosinopenia (84,2%). Mortalitas tercatat sebesar 84,2%. Terdapat hubungan bermakna antara kadar laktat dan mortalitas (p = 0,000) serta antara jumlah eosinofil dan mortalitas (p = 0,000). Simpulan: kadar laktat yang tinggi dan jumlah eosinofil yang rendah berhubungan dengan peningkatan mortalitas pasien sepsis di ICU, sehingga dapat digunakan sebagai indikator prognostik awal.

Kata Kunci: Sepsis, Laktat, Eosinofil, Mortalitas, ICU

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 6909 Tidak