KARAKTERISTIK PASIEN PERFORASI GASTER DI RSUD WALED PERIODE 2020-2024
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Veda Risyanda |
| Pengarang 1 | : Evan Wahyudy Ladala |
| Pengarang 2 | : Kati Sriwiyati |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.33 Ved k |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 46 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar belakang: Perforasi gaster merupakan salah satu kondisi darurat yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Perforasi gaster berkontribusi sebesar 25-30% pada kasus nyeri perut akut di Unit Gawat Darurat serta memiliki tingkat kematian dan keparahan yang tinggi %. Sekitar 60% kasus perforasi lambung disebabkan oleh tukak lambung akibat penggunaan NSAID. Selain itu, sekitar 2-3% kasus tukak lambung dapat berkembang menjadi perforasi. Tingkat mortalitas akibat tukak lambung di Indonesia dilaporkan sebesar 0,8% pada tahun 2018, tetapi meningkat drastis menjadi 14,95% pada tahun 2020. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien perforasi gaster di RSUD Waled periode 2020-2024. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan sampel berupa total sampling. populasi pasien perforasi gaster di RSUD Waled tahun 2020-2024 sebanyak 30 subjek yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 30 sampel yang terdiri laki-laki (80%) dan perempuan (20%) dengan usia terbanyak > 60 tahun (46,7%), riwayat konsumsi jamu/ NSAID sebanyak (70%), letak perforasi gaster terbanyak dibagian antrum pyloricum sebanyak (90%). Simpulan: Jenis kelamin laki-laki dengan usia > 60 tahun paling banyak mengalami perforasi gaster dan sebanyak 21 subjek memiliki riwayat mengonsumsi jamu/ NSAID, letak perforasi gaster paling banyak ditemukan di antrum pyloricum.
Kata Kunci: Perforasi Gaster, NSAID, Antrum pyloricum
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6906 | Tidak |