EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr) Var. RAJAGALUH SEBAGAI IMUNOMODULATOR PADA MENCIT Balb/C (Mus musculus) TERINFEKSI Staphylococcus aureus ATCC 25913
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Wulan Jagat Aulia |
| Pengarang 1 | : Amanah Amanah |
| Pengarang 2 | : Hikmah Fitriani |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2025 |
| ISBN | : |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 612.1 Wul e |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : 56 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Kulit buah durian var. Rajagaluh (Durio zibethinus Murr.) memiliki sumber senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, fenolik dan saponin yang diketahui memiliki kapasitas imunomodulator dalam menstimulasi respon imunitas spesifik dan nonspesifik. Tujuan: Mengetahui efek imunomodulator ekstrak kulit buah durian var. Rajagaluh pada mencit Balb/C jantan terinduksi Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini menggunkan metode eksperimental dengan desain penelitian “Post Test Only Control Group Design”. Parameter yang diamati meliputi jumlah leukosit, limfosit, monosit, dan neutrofil. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok: kelompok normal, kontrol negatif (terinduksi tanpa perlakuan), kontrol positif (Stimuno®), dan 3 kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 200, 400, dan 800 mg/kgBB. Induksi Staphylococcus aureus dilakukan secara intraperitoneal pada hari ke-8 dengan dosis 0,5 mL x 105 CFU/mL kecuali kelompok normal. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p<0,05), pada kelompok perlakuan dengan dosis 800 mg memperlihatkan hasil tertinggi dengan jumlah sel leukosit 18 (103 Sel/µL), monosit 14,2%, dan neutrofil 22%.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 6904 | Tidak |