HUBUNGAN IMT DENGAN DERAJAT POSITIF BTA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI RSUD WALED
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Fawwaz Ismail |
| Pengarang 1 | : Yukke Nilla Permata |
| Pengarang 2 | : Ali Manfaluthi |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Faw h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 53 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan beban penyakit yang tinggi. Pada tahun 2023, diperkirakan terdapat 10,8 juta kasus TB di dunia dan sekitar 1,09 juta kasus di Indonesia, dengan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan beban kasus tertinggi. Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi berperan dalam respons imun terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis. IMT rendah dapat menurunkan imunitas seluler dan meningkatkan beban kuman yang tercermin dari derajat positif Basil Tahan Asam (BTA). Oleh karena itu, penelitian mengenai hubungan IMT dengan derajat positif BTA penting dilakukan untuk mendukung pengelolaan pasien TB paru secara komprehensif. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat positif BTA pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Waled. Metode: Metode cross-sectional. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh 49 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki IMT kategori underweight sebanyak 30 responden (61,2%), sedangkan tingkat derajat positif BTA didominasi kategori +1 sebanyak 32 responden (65,3%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p=0,003 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r= 0,413, yang menunjukkan adanya hubungan bermakna dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat positif pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Waled. Status gizi yang lebih rendah berhubungan dengan peningkatan derajat positif BTA, sehingga penilaian dan pemantauan status gizi perlu menjadi bagian penting dalam penatalaksanaan pasien TB paru.
Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, IMT, Tuberkulosis Paru, derajat positif BTA
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |