HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MEN JALANI HEMODIALISIS DI RSD GUNUNG JATI CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Azizah Nurul Hidayah |
| Pengarang 1 | : Muhammad Duddy Satrianugraha Wahidin |
| Pengarang 2 | : Siti Maria Ulfah |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.61 Azi h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 75 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan prevalensi dunia mencapai 697,5 juta kasus pada 2017. Di Indonesia, prevalensi GGK tercatat 3,8% (713.783 kasus), dengan Jawa Barat sebagai penyumbang kasus tertinggi. Pasien GGK yang menjalani hemodialisis rentan mengalami gangguan status gizi akibat terapi jangka panjang, dengan prevalensi malnutrisi 40–70%. Status gizi yang dinilai melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) penting dikaji hubungannya dengan kualitas hidup, mengingat fenomena "obesitas paradoks" pada populasi hemodialisis berbeda dari populasi umum sehingga perlu dibuktikan melalui penelitian langsung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan kualitas hidup pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSD Gunung Jati Cirebon. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling sebanyak 58 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data IMT diperoleh dari pengukuran langsung berat dan tinggi badan, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner KDQOL-SF36. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's rank. Hasil: Rata-rata IMT responden 23,51 ± 3,64 kg/m² (rentang 15,68–33,28 kg/m²), terbanyak berkategori normal (31,0%), diikuti overweight (29,3%), obesitas kelas 1 (27,6%), underweight (8,6%), dan obesitas kelas 2 (3,4%). Kualitas hidup responden mayoritas kategori sedang (55,2%), diikuti baik (32,8%), sangat baik (8,6%), dan buruk (3,4%). Uji korelasi Spearman's rank menunjukkan r = -0,029 dan p = 0,828 (p > 0,05), menunjukkan keterikatan IMT dan kualitas hidup hampir tidak ada. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kualitas hidup pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis.
Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 7141 | Tidak |