HUBUNGAN KEHAMILAN PREMATUR DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN NEONATAL HIPERBILIRUBINEMIA DI RSUD WALED PERIODE JANUARI – DESEMBER 2025
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Keyza Audya |
| Pengarang 1 | : Irman Permana |
| Pengarang 2 | : Frista Martha Rahayu |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 618.2 Key h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 76 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Neonatal hiperbilirubinemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada neonatus dan dapat menyebabkan komplikasi neurologis serius apabila tidak ditangani secara tepat. Kehamilan prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan meningkatnya kejadian neonatal hiperbilirubinemia akibat imaturitas fungsi hati dan metabolisme bilirubin yang belum sempurna. Tujuan: Menganalisis hubungan kehamilan prematur dan berat badan lahir rendah dengan kejadian neonatal hiperbilirubinemia di RSUD Waled. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis neonatus di RSUD Waled periode Januari–Desember 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 242 neonatus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebanyak 129 neonatus (53,3%) lahir prematur, 141 neonatus (58,3%) memiliki berat badan lahir rendah, dan 212 neonatus (87,6%) mengalami neonatal hiperbilirubinemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia kehamilan dengan kejadian neonatal hiperbilirubinemia (p=0,002) serta antara berat badan lahir dengan kejadian neonatal hiperbilirubinemia (p=0,003). Simpulan: Kehamilan prematur dan berat badan lahir rendah berhubungan secara bermakna dengan kejadian neonatal hiperbilirubinemia di RSUD Waled periode Januari–Desember 2025. Neonatus yang lahir prematur maupun dengan berat badan lahir rendah memiliki proporsi kejadian neonatal hiperbilirubinemia yang lebih tinggi dibandingkan neonatus yang lahir cukup bulan dan memiliki berat badan lahir normal.
Kata kunci: neonatal hiperbilirubinemia, kehamilan prematur, berat badan lahir rendah, neonatus.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 7142 | Tidak |