HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA STATUS IMUNISASI DPT-HB-HIB DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKEMAS PULASAREN
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Intan Putri Baiduri |
| Pengarang 1 | : Dea Triasari Indriyanti Wahidin |
| Pengarang 2 | : Imam Syakhruddin |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.23 Int h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 46 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada balita. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka morbiditas ISPA pada balita di Indonesia mencapai 34,2%. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta status imunisasi DPT HB-Hib.Tujuan: Mengetahui hubungan PHBS serta status imunisasi DPT-HB-Hib dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulasaren Kota Cirebon.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 111 ibu yang memiliki balita dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Tidak terdapat responden dengan PHBS kategori kurang (0,0%). Sebanyak 50 responden (45,0%) memiliki PHBS kategori cukup dan 61 responden (55,0%) memiliki PHBS kategori baik. Sebanyak 33 balita (29,7%) memiliki status imunisasi DPT-HB-Hib tidak lengkap dan 78 balita (70,3%) memiliki status imunisasi lengkap. Kejadian ISPA ditemukan pada 44 balita (39,6%), sedangkan 67 balita (60,4%) tidak mengalami ISPA. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS dengan kejadian ISPA (p = 0,944; PR = 1,028; 95% CI = 0,479–2,207). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi DPT-HB-Hib dengan kejadian ISPA (p < 0,001; PR = 2,364; 95% CI = 1,540–3,628).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS dengan kejadian ISPA pada balita. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi DPT-HB-Hib dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulasaren Kota Cirebon.
Kata Kunci: ISPA,Balita, PHBS, Imunisasi DPT-HB-Hib.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 7143 | Tidak |