KARAKTERISTIK DAN PREVALENSI AMBLIOPIA PADA ANAK MIOPIA GRAVIOR DI RSUD WALED TAHUN 2024 2025
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Ahmad Zaka Royani |
| Pengarang 1 | : Binto Akturusiano |
| Pengarang 2 | : Widi Astuti3 |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 0 Ahm k |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 60 hlm |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang : Ambliopia merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang dapat dicegah pada anak. Prevalensi ambliopia di dunia diperkirakan berkisar 1–5%, penderita ambliopia secara global mencapai sekitar 99,2 juta orang pada tahun 2019 dan diproyeksikan meningkat menjadi 175,2 juta pada tahun 2030 serta 221,9 juta pada tahun 2040. Salah satu faktor risiko utama terjadinya ambliopia adalah kelainan refraksi yang tidak dikoreksi, terutama miopia gravior. Miopia gravior merupakan miopia dengan kesalahan refraksi sferis ≤−6,00 dioptri yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ambliopia apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan data mengenai karakteristik dan prevalensi ambliopia pada anak dengan miopia gravior sebagai dasar dalam upaya deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan prevalensi ambliopia pada anak miopia gravior di RSUD Waled tahun 2024–2025. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien di Poli Mata RSUD Waled tahun 2024–2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil : Selama periode penelitian tercatat 1.318 kasus kelainan refraksi, dengan 69 kasus merupakan miopia gravior. Dari 69 kasus tersebut, 14 pasien memenuhi kriteria penelitian, terdiri atas 10 pasien dengan ambliopia dan 4 pasien tanpa ambliopia. Proporsi kasus ambliopia pada anak dengan miopia gravior terhadap seluruh kasus kelainan refraksi adalah sebesar 0,76%, sedangkan prevalensi ambliopia pada anak dengan miopia gravior yang memenuhi kriteria penelitian adalah sebesar 71,4%.
Kata Kunci : ambliopia, miopia gravior, prevalensi, anisometropia, anak.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |