HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 7 CIREBON

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Auliya Fasya Nur Salsabila
Pengarang 1 : Yukke Nilla Permata
Pengarang 2 : Putri Ajeng Ayu Larasati
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2026
ISBN : -
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 612.66 Aul h
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 83 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Dismenore merupakan istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan rasa nyeri yang muncul saat menstruasi akibat kontraksi rahim dalam proses peluruhan lapisan endometrium. Laporan WHO (2020) menyebutkan rata-rata diatas 50% wanita menderita dismenore, angka kejadian di Indonesia mayoritas merupakan dismenore primer (54,89%) dan di Jawa Barat (54,9%). Berbagai faktor diketahui mempengaruhi terjadinya dismenore primer yakni aktivitas fisik, kondisi stres, lamanya menstruasi, menarche dini, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik dan tingkat stres dengan tingkat dismenore primer pada remaja putri di SMAN 7 Cirebon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Data diambil dari kuisioner dengan menggunakan teknik Cluster sampling sebanyak 156 orang dan analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s Rank Correlation. Penelitian dilakukan di SMAN 7 Cirebon pada bulan Februari-Juni 2026. Hasil: Analisis uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan yang kuat antara aktivitas fisik (p=0.000; r=-0,631) dan hubungan signifikan yang sangat kuat antara tingkat stres dengan tingkat dismenore primer (p=0.000; r=0,871). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan tingkat dismenore primer pada remaja putri di SMAN 7 Cirebon.

Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Tingkat Stres, Dismenore Primer, Remaja Putri

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 7209 Tidak