HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN STRATEGI BELAJAR TERHADAP HASIL UJIAN OSOCA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Rizqina Ausa Shovitry |
| Pengarang 1 | : R. Vivi Meidianawaty |
| Pengarang 2 | : Tissa Octavira Permatasari |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 616.858 Riz h |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 82 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Objective Structured Oral Case Analysis (OSOCA) merupakan metode penilaian untuk mengukur kemampuan berpikir klinis dan komunikasi mahasiswa kedokteran. Hasil ujian OSOCA dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk self efficacy dan strategi belajar. Tujuan: Mengetahui hubungan antara self efficacy dan strategi belajar dengan hasil ujian OSOCA pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 220 mahasiswa preklinik menggunakan stratified random sampling. Self efficacy diukur dengan TASES, strategi belajar dengan R-SPQ-2F, dan hasil OSOCA diperoleh dari data akademik. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar mahasiswa memiliki self efficacy tinggi (55,5%), menggunakan strategi belajar deep approach (72,3%), dan lulus OSOCA (63,6%). Terdapat hubungan bermakna antara self efficacy dengan hasil ujian OSOCA (p<0,001; r=0,335) serta antara strategi belajar dengan hasil ujian OSOCA (p<0,001; r=0,646). Simpulan: Self efficacy dan strategi belajar berhubungan signifikan dengan hasil ujian OSOCA. Mahasiswa dengan self efficacy lebih tinggi dan strategi belajar deep approach cenderung memperoleh hasil ujian OSOCA yang lebih baik.
Kata kunci: Self efficacy, Strategi belajar, OSOCA, Mahasiswa Kedokteran.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 7217 | Tidak |