PERBANDINGAN INTENSITAS NYERI DAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS INFERIOR DENGAN FIVE TIMES SIT TO STAND TEST (FTTST) PADA LANSIA DI PUSKESMAS SUMBER KABUPATEN CIREBON
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : FK UGJ |
| Pengarang | : Alya Sofiyatu Mauliya |
| Pengarang 1 | : Moh. Irwan Dharmansyah |
| Pengarang 2 | : Agus Kusnandang |
| Kota terbit | : Cirebon |
| Tahun terbit | : 2026 |
| ISBN | : - |
| Subyek | : Kitam |
| Klasifikasi | : 611.7 Aly p |
| Bahasa | : Indeonesia |
| Edisi | : - |
| Halaman | : 85 hlm. |
| Lokasi | : Rak Kitam |
Jenis Koleksi Pustaka
KITAM
Abstraksi
Latar Belakang: Lansia adalah seseorang yang berumur 60 tahun atau lebih, dimana pada usia tersebut mulai terjadi penurunan fungsi fisiologis tubuh yang berhubungan dengan proses penuaan Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi muskuloskeletal yang ditandai dengan meningkatnya intensitas nyeri dan menurunnya kekuatan otot ekstremitas inferior. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan mobilitas lansia yang dapat dinilai menggunakan Five Times Sit to Stand Test (FTTST). Tujuan: Mengetahui perbandingan intensitas nyeri dan kekuatan otot ekstremitas inferior pada kelompok lansia dengan tingkat mobilitas yang berbeda berdasarkan hasil Five Times Sit to Stand Test (FTTST) di Puskesmas Sumber Kabupaten Cirebon. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 96 lansia dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), kekuatan otot ekstremitas inferior menggunakan Manual Muscle Test (MMT), dan kemampuan mobilitas dinilai menggunakan FTTST. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Kruskal–Wallis dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki fungsi mobilitas sedang berdasarkan hasil FTTST (47,9%), intensitas nyeri ringan (45,8%), kekuatan otot ekstremitas inferior yang masuk dalam kategori kuat (96,9%) Uji Kruskal–Wallis menunjukkan terdapat perbedaan intensitas nyeri yang bermakna antar kelompok hasil FTTST (H = 47,4; p < 0,001; ε² = 0,483). Selain itu, terdapat perbedaan kekuatan otot ekstremitas inferior yang bermakna berdasarkan hasil FTTST (H = 39,91; p < 0,001; ε² = 0,401).
Kata Kunci: Lansia, Intensitas Nyeri, Numeric Rating Scale, Manual Muscle Test, Kekuatan Otot, Ekstremitas Inferior, Five Times Sit To Stand Test
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 7218 | Tidak |