HUBUNGAN KONSUMSI GULA TAMBAHAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA IBU RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGSARI TAHUN 2026

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Bagas Arief Ardiansyah
Pengarang 1 : Witri Pratiwi
Pengarang 2 : Doddy Rizqi Nugraha
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2026
ISBN : -
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 616.46 Bag h
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 76 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Konsumsi gula tambahan berlebih merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Ibu rumah tangga berperan penting dalam menentukan pola konsumsi keluarga. Kasus DM di Puskesmas Karangsari Kabupaten Cirebon meningkat dari 461 kasus pada 2023 menjadi 625 kasus pada 2024. Tujuan: Menganalisis hubungan konsumsi gula tambahan dengan diabetes melitus tipe 2 pada ibu rumah tangga di Puskesmas Karangsari. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 200 ibu rumah tangga melalui consecutive sampling. Data konsumsi gula tambahan diukur dengan SQ-FFQ, sedangkan status DM tipe 2 berdasarkan rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebanyak 28,5% responden menderita DM tipe 2 dan 62,5% memiliki konsumsi gula tambahan kategori tinggi. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara konsumsi gula tambahan dan kejadian DM tipe 2 (p=0,002). Ibu rumah tangga dengan konsumsi gula tambahan tinggi berisiko 2,95 kali lebih besar menderita DM tipe 2 dibanding kategori normal (OR=2,95; 95% CI=1,440–6,050). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi gula tambahan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada ibu rumah tangga di Puskesmas Karangsari Kabupaten Cirebon.

Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, konsumsi gula tambahan, ibu rumah tangga, SQ-FFQ, cross sectional.

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 7219 Tidak