HUBUNGAN TINGKAT STRES, LINGKUNGAN SOSIAL, DAN AKSESIBILITAS ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 KAPETAKAN

Keterangan Bibliografi
Penerbit : FK UGJ
Pengarang : Bima Wiguna
Pengarang 1 : Shofa Nur Fauzah
Pengarang 2 : Eni Suhaeni
Kota terbit : Cirebon
Tahun terbit : 2026
ISBN : -
Subyek : Kitam
Klasifikasi : 616.89 Bim h
Bahasa : Indeonesia
Edisi : -
Halaman : 100 hlm.
Lokasi : Rak Kitam
Jenis Koleksi Pustaka

KITAM

Abstraksi

Latar Belakang: Perilaku merokok remaja masih menjadi masalah kesehatan di indonesia, berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan 7,4% dan mayoritas perilaku merokok pada usia remaja. Penelitian menjelaskan perilaku merokok di pengaruhi oleh beberapa faktor di antara tingkat stres, lingkungan sosial yang mendukung pada remaja, dan kemudahan mendapatkan rokok bisa mendorong remaja untuk merokok. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres, lingkungan sosial dan aksesibilitas rokok dengan perilaku merokok pada remaja. Metode: Studi ini menggunakan kuantitatif analitik observasional melalui pendekatan Cross sectional dengan menggunakan rumus total sampling didapatkan 75 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret-mei dan tempat pengambilan data di SMA Negeri 1 Kapetakan. Pengumpulan data di lakukan menggunakan kuesioner kemudian di analisis secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank.Hasil: Berdasarkan analisis univariat pada 75 responden, mayoritas memiliki tingkat stres sedang (58,7%), lingkungan sosial tidak mendukung (85,3%), aksesibilitas rokok rendah (70,7%). Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan perilaku merokok (p 0,092). Sebaliknya, terdapat hubungan yang bermakna antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok (p 0,001) serta antara aksesibilitas rokok dengan perilaku merokok (p 0,001), arah hubungan positif. Kesimpulan: Terdapar hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dan aksesibilitas rokok dengan perilaku merokok pada remaja di SMA Negeri 1 Kapetakan, sedangkan tingkat stres tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan perilaku merokok perlu di fokuskan pada penciptaan lingkungan sosial yang tidak mengdukung perilaku merokok serta pembatasan akses remaja terhadap rokok.

Kata Kunci: tingkat stres, lingkungan sosial, aksesibilitas rokok, perilaku merokok, remaja

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada
1 7249 Tidak